Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu

Badan Perencanaan,Pembangunan,Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu

Sekilas Info
  • BAHAN PAPARAN DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANG RKPD 2018 DAPAT DI UNDUH PADA MENU DOWNLOAD
  • MUSRENBANG RKPD 2018 AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 26 MARET 2018
  • VISI KABUPATEN MAHAKAM ULU 2016 - 2021 "MEMBANGUN MAHAKAM ULU UNTUK SEMUA: SEJAHTERA BERKEADILAN"

Yuk Simak Bumi Mengisap Lautan dalam Jumlah Besar

steven99     15/03/2019 - 19:06 PM     164x     0

Tabrakan antar lempeng Bumi yg membuat lempeng turun sudah menyeret air laut ke perut bumi 3x semakin banyak dari estimasi awal mulanya. Ringkasan ini tertuang dalam makalah kajian terakhir yg keluar di jurnal Nature, Rabu (14/11/2018) . Dengan memanfaatkan goncangan seismik alami dari area subduksi riskan gempa di palung Mariana, palung terdalam yg didapati serta tempat terdalamnya ada di kerak Bumi, beberapa pakar bisa memprediksi berapakah banyak air yg terisap ke dalamnya. Palung ini terdapat di basic basar laut samudra Pasifik. Palung ini adalah batas pertemuan dua lempeng tektonik, area subduksi dimana Lempeng Pasifik disubduksi dibawah Lempeng Filipina. Kedalaman Palung Mariana jauh dibawah permukaan laut, serta panjangnya melampaui ketinggian Gunung Everest diatas permukaan laut.

Artikel Terkait : hidrologi adalah

 Ini Menurut pakar geologi serta geofisika kelautan Donna Shillington dari Observatorium Bumi di Kampus Columbia yg tak turut serta dalam kajian, studi baru ini mempunyai efek besar untuk mengerti bagaimana siklus air dalam perut Bumi. " Air dibawah permukaan tanah bisa berperan pada perubahan magma serta bisa melumasi patahan, membuat gempa bumi lebih mungkin berlangsung, " tangkisnya seperti dikutip Live Science, Rabu (14/11/2018) . Siklus air di kerak Bumi Shillington berkata, air disimpan dalam susunan kristal mineral. Cairan dapat masuk ke kerak serta mantel bumi sewaktu lempeng samudra baru tercipta atau kala berlangsung subduksi. Subduksi merupakan proses geologis yg berlangsung pada batas-batas lempeng tektonik bertingkat dimana salah satunya lempeng menunjam ke bawah lempeng yang lain serta terbenam. Tapi, sampai waktu ini masih tetap sangat sedikit kabar yg memaparkan berapa banyak air yg dapat masuk ke lempeng bumi. " Sebelum kami mengerjakan kajian ini, semua pakar tahu jika air akan diisap lempeng subduksi. Tapi tak ada satupun yg tahu berapakah banyak banyaknya air yg terisap, " kata pemimpin studi Chen Cai dari Kampus Washington di St. Louis pada Live Science. Beberapa pakar memanfaatkan data yg diambil oleh jaringan sensor seismik yg di tempatkan di kurang lebih palung Mariana tengah di samudra Pasifik sisi barat. Sisi terdalam dari palung ini hampir 11 km. dibawah permukaan laut. Sensor menemukan gempa bumi serta gema gempa yg berdering lewat kerak bumi seperti bel. Cai serta timnya selanjutnya mencari berapa cepat perjalanan gempa bumi. " Pelambatan dalam kecepatan akan tunjukkan fraktur berisi air di bebatuan serta mineral " terhidrasi " yg menutup air dalam kristal, " ujarnya. Air yg terisap Cai serta timnya melihat perlambatan semacam itu jauh ke kerak bumi, kurang lebih 30 km. dibawah permukaan laut. Dengan memanfaatkan kecepatan yg terarah bersama-sama suhu serta dorongan yg didapati, team mengkalkulasi serta mendapatkan jika area subduksi menyedot kurang lebih 3 miliar teragram air ke kerak bumi tiap-tiap satu juta tahun. Teragram merupakan satu miliar kilo-gram. Apabila dianalogikan, air laut benar-benar berat. Pada sebuah mtr. air laut beratnya dapat sampai 1. 024 kilo-gram. " Tapi banyaknya air yg terisap di area subduksi memusingkan. Ini 3x semakin banyak dari estimasi awal mulanya, " tutur Cai.

Simak Juga : proses siklus air 

NASA Soal ini selanjutnya mengakibatkan pertanyaan baru, mengingat air yg terisap akan mengundang letusan gunung berapi. Apabila estimasi baru perihal banyaknya air yg masuk ke kerak bumi kian lebih banyak dari letusan gunung berapi, berarti beberapa pakar kehilangan suatu hal dalam estimasi mereka. Menurut Cai, tak ada air yg hilang di lautan. Itu bermakna banyaknya air yg terserap ke kerak bumi serta banyaknya yg dimuntahkan kembali mesti sama. Faktanya, studi ini belum pula tunjukkan jika ada suatu hal perihal bagaimana air berjalan lewat perut Bumi yg belum pula dimengerti. " Banyak studi yg butuh dikhususkan pada faktor ini, " tutup Cai.


List Diskusi

Tidak ada diskusi di topic ini