Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu

Badan Perencanaan,Pembangunan,Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu

Sekilas Info
  • BAHAN PAPARAN DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANG RKPD 2018 DAPAT DI UNDUH PADA MENU DOWNLOAD
  • MUSRENBANG RKPD 2018 AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 26 MARET 2018
  • VISI KABUPATEN MAHAKAM ULU 2016 - 2021 "MEMBANGUN MAHAKAM ULU UNTUK SEMUA: SEJAHTERA BERKEADILAN"

Ini Dia Hubungan Matematika dalam Sejarah Intelektual Islam

steven99     15/08/2019 - 02:51 AM     251x     0

Pengetahuan matematika mendapatkan tempat terpandang dalam riwayat cendekiawan Islam. Dengan historis, matematika disebutkan ulum riyadhiyah atau ta’limiyah (matematika pedagogik) . Pengetahuan ini terdiri atas empat cabang pokok, yakni aritmetika, geometri, astronomi, serta musik. Dalam sejumlah era penebaran Islam, berlangsung kemajuan selanjutnya.

 

Bagian lain masuk ke pengetahuan matematika, yakni aljabar, trigonometri, mekanika, serta optik. Menurut Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Kekinian, subjek-subjek matematis dalam wujudnya mengundang perhatian beberapa ilmuwan besar. Mereka membuahkan karya-karya matematika yg memesona.

Perolehan pakar matematika di dunia Islam awal beraneka sifatnya. Di bagian aritmetika lahir beberapa terobosan. Umpamanya, timbulnya pecahan desimal berlangsung mulai sejak terbitnya karya pakar aritmetika dari Damaskus, Suriah, Abu al-Hasan al-Uqludisi dalam Kitab al-Fushul fi al-Hisab al-Hindi yg diatur pada 952-953 Masehi.

Pecahan ini lalu diperkenalkan kembali jadi al-kusur a’syariyah berbarengan dengan pemunculan skema nilai-tempat yg dikumpulkan untuk bilangan bundar serta pecahan dalam karya pakar matematika Persia, Jamsyid bin Mas’ud al-Kasyi dalam karyanya Miftah al-Hisab. Karya itu diatur di Samarkand pada 1427 Masehi.

Meski karya al-Uqlidisi kurang mempunyai pengaruh, pujian dikasihkan padanya untuk penggunaan coretan jadi isyarat desimal perlakuan pertama yg sukses pada akar pangkat tiga. Akan tetapi, andil paling relevan pengetahuan matematika dari dunia Islam untuk pengetahuan kekinian bukan pada bagian matematika yg sesungguhnya.

Namun dari bagian optik. Di tangan umat Islam bagian ini berubah menjadi revolusioner yg berlangsung sewaktu saat keemasan ilmu dan pengetahuan dalam peradaban Islam. Tokoh yg berjasa ialah Ibnu Haitsam dengan karyanya Kitab al-Manazhir. Tujuh bukunya perihal optik dialihkan ke bahasa Latin serta Italia.

Buku Haitsam termasuk juga buku-buku ilmiah pertama yg diciptakan serta sangatlah pengaruhi karya-karya pemikir Latin, Renasains era pertengahan, serta era ke-17. Dalam perubahannya, matematika di dunia Islam bukan cuma dimonopoli golongan lelaki. Wanita mainkan peranannya di bagian ini.

Women's Contribution to Classical Islamic Civilisation : Science, Medicine and Politics, arikel yg dicatat Salim TS al-Hassani, profesor emeritus di University of Manchester, Inggris, menjelaskan jika Sutayta al-Mahamli sebagai satu diantaranya wanita yg kuasai matematika.Simak Juga : akar pangkat 2

Sutayta hidup di paruh ke dua era ke-10. Dia datang dari keluarga terdidik di Baghdad, Irak. Ayahnya ialah seseorang hakim bernama Abu Abdallah al-Hussein, yang menulis beberapa buku, antara lainnya Kitab fi al-fiqh, Salat al-'idayn. Dia mendapatkan pujian dari sejarawan, seperti Ibnu al-Jawzi, Ibnu al-Khatib Baghdadi, serta Ibnu Kathir.Artikel Terkait : cara mencari akar pangkat 3

Sutayta gak semata-mata kuasai satu bagian ilmu dan pengetahuan, namun beberapa bagian. Dia mengerti literatur, hadis, hukum, serta matematika. Ia jago dalam aritmatika serta hitungan waris. Ke dua cabang pengetahuan matematika itu berkembang sangatlah baik pada zamannya.


List Diskusi

Tidak ada diskusi di topic ini