Kepala Badan BAPPELITBANGDA Kab. Mahakam Ulu Sekda Kab. Mahakam Ulu Bupati dan Wakil Kab. Mahakam Ulu
Sekilas Info
  • BAHAN PAPARAN DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANG RKPD 2018 DAPAT DI UNDUH PADA MENU DOWNLOAD
  • MUSRENBANG RKPD 2018 AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 26 MARET 2018
  • VISI KABUPATEN MAHAKAM ULU 2016 - 2021 "MEMBANGUN MAHAKAM ULU UNTUK SEMUA: SEJAHTERA BERKEADILAN"

Ini Dia Hitungan Manfaat Ekonomi

steven99     15/08/2019 - 02:10 AM     25x     0

Menteri Kekuatan serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan lewat cara sah udah mempersetujui koreksi gagasan peningkatan (PoD) Blok Masela. Jonan bahkan juga udah memberitahukan kesepakatan PoD Blok Masela terhadap Presiden Joko Widodo pada Selasa (12/7) saat lalu. Jokowi juga cukup bahagia dengan dimulainya project Blok Masela. Presiden bahkan juga menyebutkan besaran investasi Blok Masela yang raih US$ 19, 8 miliar atau sama dengan Rp 277 triliun adalah investasi gas paling besar semenjak Indonesia merdeka. " Saya bakal bicara berkaitan soal Masela lantaran satu investasi yang semenjak kita merdeka, investasi yang terbesar, " kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7) . Kepala Unit Kerja Privat Pelaksana Kesibukan Upaya Hulu Minyak serta Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkap, investasi peningkatan Blok Masela kira-kira US$ 19, 8 miliar dengan internal rate of return (IRR) untuk kontraktor Blok Masela raih 15%. IRR sebesar 15% itu tak dapat disebut besar untuk perusahaan migas. Rata-rata IRR yang disuruh perusahaan migas di satu project raih 20%-30%. " IRR sebesar itu IRR yang cukup agresif. Di hulu, itu tingkat uncertainty tinggi, jadi orang mengalkulasi dengan kapasitas efek. IRR 15% untuk orang luar negeri cukup agresif, bukan bermewah-mewah, " kata Dwi kala bertandang ke kantor Katadata. co. id pada Kamis (18/7) . Bekas Direktur Pokok PT Pertamina ini juga menguraikan beberapa fungsi ekonomi dibalik megakesepakatan investasi blok kaya gas di Laut Arafura itu. 1. Fungsi untuk hasil. Dari investasi itu, Indonesia bakal memperoleh untuk hasil minimum 50% dari produksi Blok Masela. Bila investasi dapat lebih rendah dari US$ 19, 8 miliar, untuk hasil yang didapatkan pemerintah dapat tambah besar. Dikarenakan, pemerintah mengaplikasikan pola sliding scale dalam kontrak untuk hasil biaya recovery Blok Masela. (Baca : Blok Masela Diawali, Jokowi : Investasi Paling Besar Semenjak Merdeka) SKK Migas juga membidik produksi blok itu dapat raih 10, 5 ton LNG per tahun yang diawali pada kuartal II 2019. Produksi itu terdiri dalam LNG sebesar 9, 5 MTPA atau sama dengan 330 ribu boepd serta gas pipa sebesar 150 MMscfd atau sama dengan 1 juta ton LNG per tahun. Keseluruhan produksi gas kumulatif Blok Masela dari 2027 sampai tahun 2055 raih 16, 38 TSCF dengan keseluruhan gas yang dipasarkan sebesar 12, 95 TSCF.

Simak Juga : Soal Cerita kpk dan fpb

Terkecuali itu, Blok Masela membuahkan kondensat dengan kumulatif produksi sebesar 255, 28 MMSTB. SKK Migas menentukan kesimpulan harga minyak selama produksi Blok Masela di kira-kira US$ 65/barel. Dengan demikian, harga LNG kira-kira US$ 7, 4/ mmbtu serta gas pipa US$ 6 per mmbtu. Dengan kesimpulan harga itu, pemerintah bakal terima kurang lebih US$ 39 miliar atau sama dengan Rp 542, 49 triliun semenjak Blok Masela berproduksi pada 2027 hingga 2055. 2. Manfaaat untuk wilayah. Pemda yang memiliki hak atas hak keikutsertaan 10% Blok Masela akan terima kurang lebih US$ US$ 3, 7 miliar saat blok itu berproduksi. Sedang kontraktor Blok Masela bakal terima sebesar US$ 33, 3 miliar. " Ini break the ice. Ini di Indonesia sisi timur, di laut dalam. Sampai tak ada lagi kecurigaan jika investasi deep water di Indonesia ekonomis apa tak, " kata Dwi. 3. Peningkatan industri petrokimia. Terkecuali itu, ada kapasitas peningkatan industri petrokimia di kurang lebih layanan LNG darat Blok Masela. Dikarenakan, pemerintah udah mendistribusikan gas pipa sebesar 150 mmscfd untuk industri dalam negeri. " Dengan di onshore, industri petrokimia bakal tumbuh cukup cepat. Di project ini pula telah ada yang meminta, " tutur Dwi. 4. Ketahanan nasional Ada pula keuntungan kedaulatan negara dari dimulainya Blok Masela. Dikarenakan, Blok Masela ada di pinggiran Indonesia serta Australia. " Blok Masela miliki ketahanan nasional, " tutur Dwi. (Baca : Bos Inpex Bidik Konsumen Gas Masela dari Jepang, Tiongkok, serta Taiwan) 5. Dampak berantai perekonomian nasional Berdasar data SKK Migas, peningkatan Lapangan Kekal Blok Masela dapat membuat efek berantai untuk keekonomian nasional, baik dengan cara langsung atau tak langsung. Dari segi Produk Domestik Bruto (PDB) , efek produksi gas Blok Masela yang diawali dari 2022 hingga 2055 raih sebesar US$ 153, 6 miliar atau kurang lebih Rp 2. 135 triliun. Terdiri dalam saat konstruksi (2022-2027) sebesar US$ 7, 5 miliar atau sama dengan 104, 25 tirliun serta saat operasi (2027-2055) US$ 146, 1 miliar atau kurang lebih Rp 2. 030 triliun. Dari segi penerimaan rumah tangga diproyeksi raih sebesar US$ 33, 2 miliar sama dengan Rp 461, 5 triliun. Terdiri dalam saat konstruksi sebesar US$ 3, 1 miliar atau kurang lebih Rp 43 triliun. Semasa operasi diproyeksi raih US$ 30 miliar atau sama dengan Rp 417 triliun. Terkecuali itu, project Blok Masela diproyeksi buka lapangan pekerjaan yang lumayan besar. Rata-rata banyaknya pekerja yang diperlukan untuk project Blok Masela raih 73. 195 orang per tahun. Semasa konstruksi diperlukan pekerja 91. 719 orang per tahun serta semasa operasi sekitar 66. 838 orang per tahun. Alur Project Blok Masela Lapangan Kekal Bblok Masela terdapat di Laut Arafura kurang lebih 100 km dari Kepulauan Babar serta Tanimbar dengan luas kurang lebih 2. 503, 3 km. persegi. Kontrak kerja sama Blok Masela diberi tanda tangan pada tanggal 16 November 1998. Pemegang hak keikutsertaan Blok Masela merupakan Inpex Masela Ltd jadi operator dengan hak keikutsertaan sebesar 65% serta Shell Upstream Overseas Services Ltd sebesar 35%. Pada Desember 2008, pemerintah berikan kesepakatan sesaat PoD I FLNG 4, 5 MTPA dengan sertifikasi cadangan Lemigas sebesar 6, 9 TSCF berdasar hasil pengeboran tujuh sumur di Blok Masela. Pada Desember 2010-2014, Inpex mengajukan POD I FLNG 2, 5 MTPA. Pemerintah juga berikan kesepakatan POD I FLNG 2, 5 MTPA dengan kesimpulan harga minyak US$ 80/barel, harga LNG sebesar US$ 10, 92/MMbtu, serta IRR sebesar 15, 3%. Inpex juga mulai lakukan Front End Engineering Design (FEED) . Pada Maret 2015, Lemigas mensertifikasi menambahkan banyaknya cadangan gas Blok Masela berubah menjadi 10, 7 TFC berdasar data penambahan tiga sumur. Lalu pada September 2015, Inpex kembali ajukan saran POD I FLNG 7, 5 MTPA Menteri ESDM. Pada Desember 2015, saran ke-2 POD I FLNG 7, 5 MTPA berdasar hasil studi konsultan ke Menteri ESDM. Tetapi pada Maret 2016, Presiden RI Joko Widodo pergantian pola pembangunan layanan LNG dari offshore (terlepas pantai) berubah menjadi pola onshore (di darat) . Dengan demikian, layanan produksi hulu konsisten terdapat di offshore serta kilang LNG di onshore. (Baca : Perjanjian Blok Masela Bisa Menimbulkan Penambahan Investasi Migas Asing) Pada Mei 2017, pemerintah akan memutuskan kemampuan produksi OLNG Blok Masela sebesar 9, 5 MTPA (juta ton LNG) plus 150 MMSCFD pipa gas untuk industri lokal. Taksiran dalam POD Koreksi I, penerimaan project Masela dapat bertambah 48% serta unit cost peningkatan per juta ton lng turun minimum 10%. Seterusnya pada Februari-Maret 2017, pemerintah berikan kesepakatan prinsip menambahkan waktu tujuh tahun oleh Menteri ESDM. Lalu Maret 2018, diawali kesibukan Pre-FEED OLNG 9, 5 MTPA ditambah 150 MMscfd. Pada Oktober 2018 - April 2019 dikerjakan re-sertifikasi cadangan Lapangan Kekal 18, 54 TCF (2P) atau bertambah 73% dari tahun 2015. Diawali diskusi tekhnis POD I koreksi Lapangan Kekal. Pada Mei 2019, berlangsung pertemuan di Tokyo serta Jakarta yang dikunjungi Inpex, SKK Migas, serta Kementerian ESDM. Pertemuan itu membuahkan Minutes of Meeting (MOM) serta Head of Agreement (HOA) . Lalu pada Juni 2019, Inpex memberikan saran POD I koreksi Lapangan Kekal serta perpanjangan terhadap Menteri ESDM.

Artikel Terkait : internal rate of return adalah

1 bulan lalu, Pemerintah berikan kesepakatan koreksi gagasan peningkatan (POD) Blok Masela. Seterusnya, SKK Migas bersama-sama kontraktor Blok Masela, Inpex serta Shell, bakal menyambung proses peningkatan Blok Masela. Pertama, lakukan Principal of Agreement (POA) serta Gas Sale Agreement (GSA) . Ke-2, membuat Club Pengawasan Peningkatan Lapangan Kekal khususnya untuk mengontrol biaya recovery, detail tekhnis serta optimasi TKDN. Ke-3, jalankan Front End Engineering Design (FEED) . Ke empat, lakukan Engineering Procurement Cosntruction and Installation (EPCI) . Ke lima, Rekonsilasi dorongan berdasar cost peningkatan aktual (Final Investment Decision) . Paling akhir, mengawali berproduksi pada kuartal II 2027.


List Diskusi

Tidak ada diskusi di topic ini