Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu

Badan Perencanaan,Pembangunan,Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu

Sekilas Info
  • BAHAN PAPARAN DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MUSRENBANG RKPD 2018 DAPAT DI UNDUH PADA MENU DOWNLOAD
  • MUSRENBANG RKPD 2018 AKAN DISELENGGARAKAN PADA TANGGAL 26 MARET 2018
  • VISI KABUPATEN MAHAKAM ULU 2016 - 2021 "MEMBANGUN MAHAKAM ULU UNTUK SEMUA: SEJAHTERA BERKEADILAN"

Beginilah Isu Sampah Plastik Kian Memprihatinkan, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

steven99     24/03/2019 - 22:18 PM     157x     0

Rumor sampah sampai sekarang ini masihlah jadi perhatian penting pemerintah dunia. Lebih sesudah ditemukannya bangkai ikan paus bungkuk yg dipenuhi sampah plastik di Filipina serta Wakatobi, Indonesia.

Asumsikan saja, begitu mirisnya beberapa team evakuasi disaat membedah isi perut hewan mamalia itu. Mereka menemukannya lebih dari 40 kg sampah plastik yg sudah lama bersemayam di tubuhnya.

Gak ayal apabila sekarang mulai banyak muncul kampanye-kampanye anti plastik yg digalakkan oleh beberapa organisasi nonprofit. Kampanye ini bahkan juga sukses undang perhatian beberapa perusahaan makanan untuk kurangi pemakaian plastik menjadi paket produk mereka.

Baca Juga : contoh pencemaran udara

Bukan tiada argumen, apabila dipandang lebih jauh, 50-60% sampah yg ada pada bumi ini dibuat dari sampah makanan. Sayangnya, sewaktu sepertiga populasi dunia alami musibah kelaparan, malah sepertiga makanan yg disediakan dalam rumah atau restoran sehari-hari terbuang percuma.

Baca Pun : Jadi Tempat Romantis di Dunia, 6 Artis Dunia Ini Lamar Kekasih di Bali

Data itu belumlah termasuk juga jumlahnya sampah plastik yg ada di lautan. Tapi jika bercermin dari problem ini, rumor sampah tidak bisa disanggah kembali perlu perhatian pribadi dari pemerintah dunia.

Tidak cuman mengakibatkan polusi hawa, sampah pun jadi penyumbang gas metan atau gas rumah kaca paling besar yg memicu pemanasan global. Menurut pernyataan, Aretha Aprilia, bertindak sebagai Waste Management and Energy Specialist, pemerintah Indonesia sebenarnya sudahlah cukup punya komitmen untuk mengatasi rumor sampah, tapi sayangnya belumlah menemukannya jalan keluar yg pas.

“Kita masihlah memanfaatkan rancangan land filling. Walau sebenarnya jika sampah di letakkan demikian saja dapat membuahkan gas metan, ” tegas Aretha Aprilia, waktu dijumpai Okezone di bilangan Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.

Soal ini jadi amat memprihatinkan, mengingat jumlahnya sampah di Indonesia sendiri alami penambahan lewat cara mencolok tiap-tiap tahunnya. Data yg dibeberkan Aretha mengatakan, Jakarta sedikitnya menghasilkan lebih dari 6. 000 - 7. 500 ton sampah sehari-hari.

Baca Pun : Viral Gadis Seksi Penjual Durian, Jadi Ingin Ngeborong?

“Ini amat mengagetkan sebab waktu saya kerjakan analisis pada 2013 terus, jumlah masihlah kurang lebih 5. 000 ton satu hari. Peningkatannya sangat kencang, sesaat kita ada problem mendapat tempat TPA, ” papar Aretha.

Lihat Juga : listrik statis adalah 

Lihat keadaan serta tata area Jakarta yg demikian padat, hal itu menyusahkan pemerintah untuk menemukannya area TPA yg pas tiada menimbulkan persoalan-persoalan sosial.

 

“Pemerintah jadi dilema, sebab penduduk tidak pingin tempat di dekat perumahan mereka jadikan area TPA. Apabila tak dikerjakan lewat cara bijak, pasti dapat mengakibatkan persoalan-persoalan sosial, ” kata wanita yg memperoleh titel doktor dalam bagian pengetahuan lingkungan serta kekuatan dari Kyoto University.

Menjadi langkah fakta untuk kurangi polusi sampah, terutama sampah plastik, Aretha menuturkan, sudah semestinya pemerintah mengaplikasikan beberapa kebijakan pribadi buat menanggulangi rumor itu.

Contoh sangat simple dapat di mulai dengan melarang pemakaian beberapa bahan non-organik seperti plastik serta styrofoam pada paket makanan. Ditambah lagi industri kuliner Tanah Air tengah memberikan geliatnya. Ada sangat banyak pengusaha-pengusaha kuliner kekinian yg memanfaatkan styrofoam menjadi paket produk mereka.

“Saya udah singgahi lebih dari 10 TPA di Indonesia, serta masihlah menemukannya sampah plastik serta styrofoam. Memang perlu waktu yg lama untuk betul-betul mengakhiri rumor sampah ini. Tetapi ketetapan larangan itu semestinya digodok dari saat ini, ” tutut Arathea.

“Kendala yg kita hadapi sekarang ini merupakan bagaimana mendapat subtitusi atau alternatif plastik di harga yg bisa dijangkau. Sekarang ini kita masihlah amat dependen dengan ke-2 benda itu. Metode termudah ya di mulai dari diri pribadi. Bawa tumbler disaat ingin ngopi di coffee shop, ” tutupnya.


List Diskusi

Tidak ada diskusi di topic ini